Senin, 19 November 2018

“Mengembalikan Islam Pada Muslim Indonesia”



“Mengembalikan Islam Pada Muslim Indonesia”

Pemuda adalah generasi penyembuh setelah sakitnya peradaban, pemuda adalah generasi pembawa perubahan dengan gagasan-gagasan yang dimilkinya, dan pemuda adalah bagian yang teramat penting didalam Islam didalam pengembalian kejayaan Islam yang hilang yang mana dahulu menjadi cahaya didalam kegelapan peradaban. Dengan semangat yang dimilki, serta idelalisme perjuangan yang tertanam, energi yang berkobar, dan semangat yang dimiliki pemuda dapat menjadi sumber utama modal mengejar ketertinggalannya umat Islam khususnya Indonesia dari negara-negara lain.

Tetapi kini banyak pemuda yang telah teracuni oleh mereka yang memilki upaya-upaya untuk memperlambat kebangkitan umat Islam atau bahkan agar umat Islam terus tertidur, maka kita dapat melihat kenyataannya saat ini negara kita masih dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan, dan ketertinggalan padahal negara Indonesia memilki banyak potensi untuk menjadi negara makmur dan maju baik dari segi sumber daya alamnya maupun dari sumber  daya manusianya. Apa sebab dari itu semua? Apakah hal tersbut terjadi karena umat Islam sendiri yang tidak menerpakan nilai-nilai Islamnya dikehidupan sehari-hari?

Ada pendapat dari seorang ulama besar Islam Syekh Muhammad Abduh Rahimahullah berpendapat bahwa "Aku melihat ada Islam di Barat tapi tak ada Muslim, dan ada Muslim di Arab tapi tak ada Islam".  Memahami konteks dari ucapannya yaitu di negara-negara yang bukan dominan beragama Islam atau Islam sebagai minoritas tetapi tampak diaplikasikannya nilai dan ajaran islam itu sendiri terkecuali khususnya didalam beribadah. Yang mana pola prilaku, kebiasaan, adab, dan etos yang seharusnya ada pada umat Islam justru dilakukan oleh mereka yang tidak beragama Islam.

Tapi sebaliknya di negara-negara yang mayoritas Islam bahkan negara itu adalah negara Islam tidak tampak implementasi dari ajaran Islam itu sendiri, baik didalam penguasaan Iptek, pola prilaku, dan nilai sosial. Padahal sejatinya perintah untuk berprilaku Islami contohnya hidup disiplin, rajin membaca buku, belajar tekun, tidak membuang sampah sembarangan, jujur, ramah, profesional, dan nilai etos lainnya adalah bagian dari syariat Islam. Maka dapat dikatakan umat Islam di negara-negara Arab atau di negara lainnya yang mayoritas Islam seperti di Indonesia belum bisa mengaplikasikan secara utuh nilai-nilai yang terdapat di Al-Qur’an dan Sunnah.

Jauh dari syariat Islam merupakan sebab tertinggalnya negara-negara mayoritas beragama Islam dan sebab adanya gejala konflik sosial  di masyarakat, karena tidak adanya gagasan pola prilaku  yang dijunjung oleh masyarakat sehingga menjadikan setiap individu muslim kehilangan pegangan bersikap dan berpilaku. Namun, syariat Islam banyak diadopsi oleh negara-negara Barat didalam pencapaian orientasi kehidupan duniawi seperti dalam hal bisnis, perpolitikan, pendidikan, militer, dan pola prilaku masyarakatnya yang menghasilkan nilai-nilai luhur. Teringat pada saat Islam dahulu menguasai dunia yang mana peradaban maju dibawa oleh orang-orang Islam itu sendiri.

Di Andalusia tepatnya di kota Cordoba dahulu dikenal layaknya kota Paris dewasa kini yang modern, terang benderang, begitu indah dan tertata rapi tapi sebaliknya Paris saat itu begitu kumuh, tidak banyak menarik perhatian, dan orang-orang Eropa saat itu sangat minim pengetahuan, tidak faham akan kebersihan dan sistem sanitasi, begitupun pengelolaan secara kelembagaan sosial kemasyarakatan di Eropa masih dipennuhi perbudakan serta intimidasi dan klasifikasi antara raja yang, tuan tanah, dan rakyat jelata, bahkan orang-orang Eropa dahulu menganggap bumi itu datar dan bumi sebagai pusat nya, sebaliknya di negara-negara Islam (golden age) sudah banyak menguasai mengenai Astronomis, sudah mengetahui bahwa bumi itu bulat melalui penemuan yang dilakukan oleh Al Biruni dan bumi bukan pusat dari benda-benda planet yang mana ada tata surya atau sistem yang mana matahari sebagai pusat dari perderan benda-benda disekelilingnya termasuk bumi. Pelbagai enemuan muncul para penemu-penemu hebat dibidangnya dari mulai Sains, Matematika, Kedokteran, Astronomi, Kebumian, Ekonomi, Sosial, dan Sastra di era abad pertengahan.


Benua Eropa saking tertinggalnya (Dark age) menganggap mandi adalah aktfitas aneh yang kemudian mandi dan bersiwak dikenalkan oleh orang-orang-orang Islam dari bangsa-bangsa teluk Arab dan Andalusia. Dari waktu kewaktu, rezim ke rezim, sampai terjadi berbagai revolusi. Banyak sekali pemerkosaan didalam tubuh umat islam itu sendiri, Saat ini umat Islam banyak yang terlena, atau bisa dikatakan tertidur pulas. Nilai dan norma Islam yang luhur luntur di umat muslim tapi bersemi di negara-negara barat atau di beberapa negara Asia yang sudah maju.

Keadaan berubah, kejayaan umat Islam terenggut seiring perubahan peradaban. Dahulu kejayaan dari mulai masa Rasulullah Shalallahu’alaihi Wa Sallam, kemudian Khulafaurasyidin, Umayyah, Abbasiyah, masa Ummayyah di Andalusia, sampai ke era terakhir Utsmaniyyah di Turki yang telah menorehkan banyak penemuan diberbagai keilmuan. Namun sejak renaisans bergelora di Italia dan kemudian terjadi runtuhnya Utsmani menjadi titik awal umat Islam tertidur. Kita tahu bahwa memang saat-saat dimulai jatuhnya umat Islam yaitu saat Kekhalifahan Bani Umayyah di Andalusia yang berhasil direbut oleh kekaisaran Byzantium, yang mana ibu kota Cordoba berhasil direbut pula dengan segudang buku-buku hasil buah piker para saintis Islam, juga pembakaran buku-buku milik umat di perpustakan dinasti Umayyah oleh  prang-orang katolik yang berhasil menduduki kota Cordoba. Hingga akhirnya orang-orang barat banyak yang mengadopsi hasil jerih payah dari para filsuf juga ilmuwan Muslim dengan mengubahnya secara orientalis dan penerapan nilai-nilai sekuleris di dalam teori-teori keilmuan yang ada.

Dampaknya, umat Islam sendiri di era modern yang telah termakan upaya-upaya pihak barat yang ingin menidurkan umat Islam itu sendiri agar bersikap konsumtif dan tidak kreatif atau inovatif. Padahal mereka orang-orang barat telah mngggunakan kebiasaan etos dari umat Islam itu sendiri agar berdiri di depan umat Islam, agar memimpin peradaban, agar memenangkan peradaban dengan cara menggugankan nilai-nilai dari syariat Islam itu sendiri. Maka itulah proses tertukarnya pola nilai-nilai peradaban yang terjadi yang sejatinya umat Islam menjadi penyokong peradaban era modern kini.

Sehingga peran pemuda muslim lah yang dapat merubah kondisi umat Islam dewasa kini khususnya di Indoneisa. Karena pemuda adalah sosok yang mempunyai jiwa penggerak, perubah, yang didasari oleh rasa kepedulian dan ikatan batin karena merasa sedih melihat kondisi masyarakat yang lalai akan hakikat hidup dan terhadap implemntasi ajaran islam yang sesungguhnya, sehingga mereka terbuai oleh impian dan angan-angan semu dalam tidur lelap mereka.

Maka, seorang pemuda yang mempunyai jiwa penggerak akan membangunkan dan berusaha menyadarkan saudaranya dari kelalaian. Sehingga dia pun tidak rela dan tinggal diam melihat musuh – musuh Islam leluasa mengibarkan sayap-sayap kebatilan yang menjadikan umat Islam jauh dari ajarannya dan mereka ingin mematikan cahaya Islam dan memperdaya kaum muslimin, bahkan ia akan membangkitkankan semangat perjuangan dakwah sebagai bukti kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Pemuda muslim dengan melakukan dakwah secara kultural dan secara structural merupakan upaya jitu didalam pengembalian “Islam” di tubuh umat muslim. Islam adalah seluruh proses ajaran syariat yang berdasarkan Al Qur’an dan Hadist, tetapi muslim adalah subjek atas deklarasi sebagai Islam yang sudah terucap secara dzahir dan qalbu. Keduanya harus ada pada setiap individu.
Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh generasi muda Muslim didalam upaya pengembalian nilai Islam, diantaranya adalah.  

Mengembalikan Budaya Akademis
Budaya akademis merupakan kegiatan keilmuan yang rutin dilakukan oleh orang-orang Islam sejak dahulu, mereka banyak menghabiskan waktu dengan Research and Discovery  yang mana dasar didalam penelitian melalui sumber Al-Qur’an juga mela lui hadist-hadist nabi. Para umat terdahulu dipenuhi nafsu mencari ilmu, banyaknya yang hafal Al-Qur’an dan kitab Sunnah, juga rutin membaca buku atau membuat buku. Maka tak heran pada abad pertengahan saat itu muculah para ilmuwan Muslim yang mana teorinya begitu penting dan berpengaruh di era modern saat ini, seperti Ibn Sina sebagai bapak dokter (980 – 1037), Al-Khawarizmi sebagai ahli Matematika sekaligus penemu angka 0-9 (780-850), Jabir Ibn Hayyan ahli Kimia (721-815), Ibnu al-Nafis ahli medis (1213 – 1288), Ibnu Khaldun sebagai ahli Sosiologi (1332 – 1406), serta masih banyak para ilmuwan Muslim lainnya dari berbagai keilmuan yang telah memberikan banyak kontribusi didalam pembangunan peradaban hingga mencapai era modernisasi saat ini.

Akan tetapi nyatanya, saat ini budaya akademis yang sejak dahulu menjadi pelopor kemajuan umat Islam semakin ditinggalkan ditengah kemajuan teknologi dan informasi. Segala penemuan dan pengembangan ilmu pnegetahuan tak lagi dipegang oleh orang-orang Islam, cahaya ilmu meredup dikalangan umat Muslim itu sendiri, atau bahkan umat Muslim yang tidak lagi berselera akan khazanah ilmu, maka kita cukup banyak tertinggal dan banyak dijatuhkan oleh negara-negara yang sedang menguasai era modern saat ini.

Maka dari itu, siapa lagi yang akan merubah dan mengembalikan kejayaan Islam didalam keilmuan? Jawabannya tentu para generasi penerus Muslim yang memilki Ghiroh dan Azzam terhadap Islam itu sendiri, sehingga mereka memilki kepedulian yang tinggi dengan cara merubah etos pribadi agar mau belajar dan menambah kualitas diri dengan penuh wawasan keilmuan. Sumber ilmu adalah Al-Qur’an maka langkah awal menjadikan para generasi muda agar mencintai Al-Qur’an, mempelajari, memahami, serta mengamalkan kandungan didalamnya. Kemudian, dari generasi muda Muslim yang haus akan ilmu, menerapkan budaya membaca buku, Research and Discovery, serta berinovasi dari hasil proses berfikir dan mencari ilmu.

Dakwah Kultural
Upaya ini adalah dengan mengimplementasikan nilai-nilai dan teori yang ada didalam praktek beragama Islam. Pemuda sebagai agent of change dapat membawa pengaruhnya di lingkungan. Dimulai dari hal sederhana didalam penerapan ajaran Islam (dakwah kultural) seperti solat tepat waktu secara berjamah di masjid, mengikuti kajian-kajian,  tidak telat menghadiri perkuliahan, menggunakan helm saat berkendara motor, tidak membuang sampah sembarangan, tidak mencontek saat ujian,  

Maka dengan me-recovery hal-hal sederhana tadi tapi berdampak besar apabila perindividu melakukan demi menciptakan lingkungan yang madani. Karena salah satu penyebab syariat luntur karena lingkungannya sendiri yang jauh dari penerapan nilai-nilai Islam. Maka secara otomatis dampaknya akan diadopsi dengan sendirinya dari generasi ke generasi apabila ada generasi yang memulainya. Ibaratnya, generasi perubah adalah pemutus mata rantai keburukan pola budaya buruk dimasyarakat dengan me-setting ulang melalui aksi nyata dakwah secara sikap atau kultural oleh generasi muda Muslim.

Dakwah Struktural
Dakwah secara structural merupakan dakwah yang disampaikan melalui mekanisme teknik dakwah itu sendiri, baik secara oral langsung atau tidak langsung melalui media. Dakwah ini pun dapat menjadi media mengenalkan syariat Islam kepada masyarakat awam oleh para generasi muda. Dakwah structural secara oral dapat dengan mengadakan kajian-kajian di berbagai tempat, atau mengundang para tokoh yang ahli untuk berdakwah. Selain itu dapat juga dakwah ini dikemas secara kreatif dengan bantuan teknologi media, seperti dengan membuat video kreatif dakwah oleh para pemuda, membuat video animasi dakwah, film pendek dakwah, poster dakwah, yang mana kini memanfaatkan teknologi informasi yang di upload di media sosial, Sehingga sasaran nya pun dapat meluas ke berbagai kalangan. Jika dakwah structural secara oral langsung tadi sasarannya adalah jamaah atau masyarakat sekitar sedangkan dakwah structural dengan memanfaatkan teknologi sasarannya adalah mereka para penggunan aktip media sosial di berbagai wilayah.


Membentengi dari Ideologi Asing
Upaya  agar tidak menggunakan ideology asing yang mana tak adanya syariat Islam, bersifat menjauhkan dari Islam merupakan mesin-mesin penghancur peradaban umat Islam, Indonesia dengan azas Pancasilanya yang mana Pancasila merupakan ideologi yang dianut dan dipegang teguh. Pancasila pun merupakan cermin dari perwujudan syariat Islam. Maka perlu pengembaliannya kepada Genuine of Pancasila atau Pancasila yang sebenar-benarnya sesuai dengan tujuan dibentuknya oleh para founding fathers bangsa Indonesia yang mana dahulu berupaya agar menjadikan negara Indonesia adalah negara yang rakyatnya dapat berpola prilaku berdasarkan nilai-nilai dari sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang merupakan wadah dari sila kedua sampai kelima, maka artinya dalam bermasyarakat harus sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist (Syariat Islam) secara menyeluruh dari mulai proses beribadah sampai kepada sikap, watak, dan prilaku individu di masyarakat yang harus sesuai Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Maka dari itu, wajib bagi generasi muda membentengi diri dari ideologi asing seperti komunis, sekulerisme, dan liberalisme yang justru meruapakan sebab-sebab utama dari kemunduran umat Islam, sebab dari kita yang dahulu merupakan penguasa peradaban tapi kini menjadi penonton peradaban atau bahkan pengemis dari peradaban.

 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
Dari ayat tersebut adalah suatu kepastian bahwa suatu kaum di suatu bangsa jika ingin berubah menjadi lebih baik dengan seizing Allah maka perlu adanya aksi atau upaya. Karena Allah Subhanahu Wata’ala yang akan merubahnya dan itu merupakan hal yang mudah bagi Allah, sekalipun umat Islam tidak berupaya ingin berubah tapi Allah  ingin menjadikan umat Islam ini menang dan menguasai dunia, itu merupakan hal yang sangat mudah bagi Allah.
Tapi, bukan seperti itu tipe hidup di dunia, karena Allah telah menjadikan dunia sebagai ujian yang harus dilalui oleh manusia khususnya orang-orang beriman dunia adalah tempat untuk berlelah-leha bukan tempat untuk berleha-leha, maka sudah sunatullah apabila suatu kaum ingin bangkit dan maju perlu adanya keinginan berubah dan upaya merubah kaumnya sendiri, maka kita sebagai orang-orang yang beriman, kita sebagai pemuda harus berupaya penuh dengan segenap jiwa dan raga, dengan segala kemampuan yang kita milki untuk mengembalikan kejayaan Islam. Upaya yang dapat dilakukan oleh generasi Muslim yaitu dengan mengambil alih berbagai sektor tentu dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, beribadah sesuai Al-Qur’an dan Hadist, meningkatkan kualitas secara wawasan, kualitas etos kerja, dan menerapkan kembali nilai-nilai luhur Islam yang saat ini sedang dipakai oleh mereka orang-orang di negara maju.
Jika para pemuda sudah sadar akan pentingnya syariat dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari, maka negara kita Indonesia akan terhindar dari konflik internal, terhidndari dari konflik suku, ras, dan antar agama, juga akan menjadi negara yang maju dari berbagi hal aspek termasuk menguasi teknologi dan menjadi pemegang peradaban. Itulah upaya pengembalian kejayaan umat Isam yang dapat dimuali oleh generasi muda Islam sebagai generasi penerus tongkat kejayaan Islam yang telah lama terkubur dan akan dibangkitkan kembali. Dari mana kita memulai? Yaaa… dari sekarang dari diri kita sendiri.
Ùˆَ السَّلاَÙ…ُ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ْ ÙˆَرَØ­ْÙ…َØ©ُ اللهِ ÙˆَبَرَÙƒَاتُÙ‡ُ







Jumat, 16 November 2018

Peningkatan Inovasi dan Produktifitas Para Akademisi


Peningkatan Inovasi dan Produktifitas  Para Akademisi
picture from google
Sudah bukan sesuatu yang lumrah lagi bahwa lingkungan akademis Indonesia telah mencetak pelbagai ilmuwan dan para ahli di bidangnya. Namun, budaya riset didalam kalangan akademisi Indonesia dewasa kini masih masih sebatas produksi prototype, rancangan, atau sebagai ajang kejuaraan di olimpiade saja. Hal tersebut dimulai dari lingkungan sekolah sampai setingkat perguruan tinggi.
Padahal, apabila kita melihat data, sudah banyak penemuan-penemuan di berbagai bidang keilmuan oleh para akademisi tetapi kabar tersebut sebentar terdengar kemudian hilang kemudian. Sehingga ada yang salah dari konsep para cendekiawan kita yang sejatinya memilki kesempatan yang sama dengan mereka para cendekiawan dari luar. Mungkin bukan sesutau yang mustahil karena dari 265 juta penduduk (data proyeksi Bapennas) yang mana usia-usia produktif lebih besar dan juga mereka mengenyam pendidikan tinggi meningkat menjadi modal bonus demografi, maka perlu dioptimalkan dalam sektor akademik didalam peningkatan kualitas.
Pengoptimalan kualitas para akademisi adalah dengan merubah mindset saat melakukan aktivitas akademis yang produktif memilki target pencapaian dan bersifat berkelanjutan. Dengan begitu para ilmuwan dibidangnya dapat mengoptimalkan fungsinya  Karena di era revolusi industry 4.0 tantangan terberat kita adalah semakin ketatnya persaingan-persaingan di era industry yang mengharuskannya produktivitas dan inovasi di bidang sains teknologi maupun sosial. Sekarang bukan lagi sekedar menemukan, kemudian diperkenalkan untuk sekedar mendapat sebuah nobel penghargaan, tapi seorang akademisi dituntut lebih dari itu. Menjawab kebutuhan masyarakat.
Maka para kaum cendekiawan kita sejatinya sudah mumpuni, tapi perlu adanya pengembangan hasil risetnya menjadi barang-barang yang dapat massif produktif dengan disertai inovasi menjawab kebutuhan dan tuntutan zaman yang harus semakin efisien dan cepat. Karena di revolusi industry 4.0 peran manusia adalah kendali dari segi konseptual yang dikerjakan oleh tangan-tangan robotika dan mekanisme mesin, atau melahirkan inovasi produk sosial yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Tentu hal tersebut adalah buah kerja dari dasar keilmuwan dan teori yang dikembangkan oleh para ilmuwan kita yang memilki mindset riset inovasi dan produksi secara massif. Maka pola budaya akademisi mengalami perkembangan seiring dari semakin modern dan meningkatnya peran teknologi di dalam industri dan aktivitas masyarakat.
Maka dari itu, untuk merubah konsep kaum intelektual kita agar mau inovatif dan produktif dapat dimulai dari lingkup terendah yaitu sekolah sampai perguruan tinggi dengan adanya pembiasaan budaya vocational disamping teoritis, karena dengan adanya pembiasaan tersebut akan melatih para kaum intelektual kita menjadi lebih progresif didalam menjalankan kewajibannya sebagai seorang akademisi dan tentunya memilki tujuan untuk berkontribusi langsung di masyarakat melalui berbagai penemuan baik dibidang sains teknologi, budaya, dan sosial masyarakat.





Jumat, 09 Februari 2018

Memaksimalkan Pariwisata di Negeri Potongan Surga

Memaksimalkan Pariwisata di Negeri Potongan Surga

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Terdapat 18.000 pulau lebih yang membentuk bumi Nusantara. Iklim yang tropis, menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna endemik khas Asia dan yang hanya bisa ditemukan di Indonesia, juga terdapat berbagai sumber daya alam yang tersimpan didalamnya. Semua komponen tersebut merupakan aset-aset berharga yang dapat menjadikan Indonesia lebih produktif dan dapat menjadi negara yang dapat memenuhi segala kebutuhan dalam negeri dan berswasembada ke negara lain, juga menjadi sentral pariwisata dunia.
Mengenai wisata, negara Indonesia sudah memiliki segalanya. Mulai dari wisata pantai, wisata air/bawah laut, wisata gunung, wisata hutan/bahari, wisata kuliner, wisata budaya, wisata kota, dan hal-hal unik dan luar biasa lainnya yang hanya terdapat di Indonesia.
Pariwisata Indonesia dengan tagline Wonderful Indonesia yang memberi gambaran bahwa negara ini bagaikan negara yang wilayahnya merupakan potongan dari surga yang jatuh kebumi, karena sudah banyak pengakuan dari berbagai orang-orang besar dunia yang mengunjungi negara ini untuk berwisata dan mereka takjub akan keindahan alam Indonesia. Apabila kita melihat perkembangan arus masuk wisman dari tahun ketahun memang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik bahwa pada tahun 2015 dan 2016 saja sudah terdapat perbedaan input wisatawan mancanegara, di tahun 2015 jumlah wisman sebesar 10.406.759 sedangkan pada Desember 2016 sebesar 11,52 juta naik 11,07%. Namun terdapat perbedaan data antara BPS dan Kemenpar, apabila kita melihat data Kemenpar jumlah wisman pada tahun 2016 sejumlah 12,023 juta orang atau sudah melebihi target.
Perbedaan itu disebabkan karena terdapat data sebesar 4,2% yang tidak dimasukan BPS. Kemenpar menargetkan pada tahun 2017 jumlah kunjungan wisman sebanyak 15 juta wisatawan mancanegara, hal itu bukan tanpa alasan karena memang, sudah saatnya pariwisata Indonesia maju dan dikenal oleh berbagai negara.
Lantas, bagaimana caranya merealisasikan target tersebut? Saat ini, saat penulis menulis rubrik ini sudah memasuki bulan Juli tanggal 09 tahun 2017, masih ada 5 bulan lagi sisa waktu ditahun 2017. Kita bisa melihat perkembangan progres pariwisata Indonesia dari awal tahun hingga saat ini. Sudah banyak tokoh-tokoh dan pemimpin dunia mengunjungi Indonesia, salah satu tempat yang menjadi faforit yaitu Pulau Bali dan Yogyakarta. yang heboh dan viral saat kedatangan raja Arab Saudi yaitu raja Salman, saat itu kita sangat antusias.
Kunjungan raja salman bahkan digadang-gadang bukan hanya sekedar kunjungan wisata tapi juga berinvestasi di Indonesia. Kemudian belum lama ini mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan sengaja berkunjung ke Indonesia bersama keluarganya khusus untuk berlibur juga sekaligus mengenang masa kecilnya.
Lantas dimanakah posisi pariwisata Indonesia di kawasan Asean? berdasarkan jumlah kunjungan data 2015 Thailand menempati peringkat pertama, setelah itu Malaysia, Singapura, dan Indonesia di posisi keempat. Padahal, potensi wisata yang dimiliki Indonesia melebihi dari ketiga negara tersebut. Sehingga perlu adanya pembenahan mulai dari segi infrastruktur, peningkatan keamanan, dan promosi secara masif.
Menyadari akan hal itu pemerintah tidak tanggung-tanggung membenahi infrastruktur yang ada dimulai dari peningkatan kualitas setiap bandara di Indonesia, bahkan dibuatnya bandara-bandara baru di lokasi wisata contohnya bandara di pulau Komodo, selain itu nama Wonderful Indonesia yang digaungkan diberbagai konferensi bergengsi internasional dilakukan, memang hasilnya terjadi peningkatan jumlah wisman pada tahun 2016 sebesar 11,07% bahkan melebihi target. Sehingga ditahun 2017 ini pemerintah menargetkan 15 juta wisatawan mancanegara, jumlah ini sepadan dengan jumlah wisatawan mancanegara di Malaysia dan Singapura.
Asa dan mimpi perlu ada, kerja nyata harus dilakukan. Karena, pariwisata merupakan salah satu penyumbang devisa negara yang cukup besar walapun posisinya tidak menempati posisi pertama. Akan tetapi, dengan maju nya pariwisata di Indonesia akan meningkatkan roda perekonomian Indonesia, industri kreatif akan tumbuh, dan juga Indonesia akan menjadi daya tarik investor untuk mengembangkan bisnisnya di negara ini.
Langkah selanjutnya, tinggal menjadikan pulau-pulau dan kota-kota lainnya seperti Bali dan Yogyakarta yang menjadi destinasi wisata faforit. Karena potensi disetiap pulau belum dimaksimalkan sebagai tujuan wisata dunia, mungkin pemerintah bisa menerapkan kebijakan paket wisata di Indonesia. jadi, wisatawan mancanegara yang akan mengunjungi Indonesia bukan hanya mengunjungi Bali saja tetapi beberapa kota dan pulau di Indonesia, tinggal diberi pilihan paket-paket yang didalamnya terdapat berbagai harga yang ditawarkan juga tempat apa saja yang akan dikunjungi.
Maka turis akan memilih paket wisata sesuai kemampuan keuangannya. Mungkin ada cara lainnya yang lebih baik dari yang saya ungkapkan, yang jelas saatnya kini pariwisata Indonesia dikenal oleh dunia internasioanal secara menyeluruh. Maka kelak bukan hanya pulau dewata Bali saja yang menjadi andalan pariwisata tapi pulau-pulau lainnya yang masih belum terjamah dan menyimpan sejuta keeksotisan.
Pariwisata dunia kini sudah mengenal Pulau Dewata Bali, Pulau Komodo, Raja Ampat, Pulau Lombok, Taman Laut Nasional Bunaken, Yogyakarta, dan tempat wisata lainnya, harapan saya akan muncul nama-nama tempat wisata lain dari negri ini dan dikenal secara internasional, maka the wonderful Indonesia is all Indonesia's region to explore. 
Seluruh Indonesia layak untuk di explore dan menjadi destinasi wisata berkelas dunia, dan tinggal bagiamana kita sebagai tuan rumah merawatnya, pemerintah bersama masyarakat Indonesia seutuhnya harus bisa bahu-membahu menjaga setiap aset negara. Jangan sampai ada yang merusak seperti terumbu karang di raja ampat, atau dicuri seperti pulau Sipadan dan Ligitan oleh Malaysia. Karena Indonesia adalah dari Sabang sampai merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, yang semuanya memiliki potensi alam, mineral, flora dan fauna yang luar biasa melimpahnya, sehingga perlu dijaga dan dimanfaatkan secara arif dan bijaksana.

WOW Jakarta-Surabaya hanya 5 jam! Proyek kereta Semi Cepat akan dibangun 2018

WOW Jakarta-Surabaya hanya 5 jam! Proyek kereta Semi Cepat akan dibangun 2018

WOW Jakarta-Surabaya hanya 5 jam! Proyek kereta Semi Cepat akan dibangun 2018


Pemerintah akan segera merealisasikan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya, hal tersebut diutarakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bahwa proyek kereta semi cepat akan mulai dibangun tahun depan, dengan pembangunan awal rute Jakarta-Semarang selama 2 tahun.

"Hasil diskusi terakhir dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, KA semi cepat Jakarta-Surabaya menggunakan jalur eksisting dan bisa dimulai 2018," ujarnya di Bandara Trunojoyo, Sumenep, Jawa Timur, dilansir ANTARA, Minggu (8/10).


Saat ini sedang proses studi dari Jepang, dan proyek awal yaitu rute Jakarta-Semarang yang akan selesai selama 2 tahun yaitu proses elektrifikasi. Rencananya kereta semi cepat Jakarta-Surabaya akan memiliki kecepatan minimal nya 140 km/jam dengan waktu tempuh 5 jam, selain itu biaya nya pun cukup murah untuk masyarakat. Diharapkan dengan adanya kereta semi cepat Jakarta-Surabaya ini dapat menyelesaikan permasalahan transportasi yang sering terjadi antara Jakarta-Surabaya yang sebanyak 800 titik permasalahan,


"Untuk sementara Jepang, sanggupnya maksimum 120 km/jam," imbuh Budi.

Ia menambahkan, perkiraan investasi untuk proyek itu sekitar Rp60 triliun, termasuk Rp20 triliun untuk 800 lintas sebidang kereta api Jakarta-Surabaya.
 

"Ini (investasi) ada penurunan dari sebelumnya Rp80 triliun, " tutur dia.(dikutp dari CNN)

Kemenhub melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pekerjaan lintas sebidang kereta api baik berupa jalan bawah jembatan (under pass) atau jalan layang di atas jembatan (fly over).
 
 
Itu dia sedikit informasi mengenai proyek kereta semi cepat yang akan muali dilaksanakan pada tahun 2018, dengan adanya transportasi masal kereta semi cepat ini tentu dinantikan oleh banyak masyarakat, apalagi untuk musim mudik, semoga dengan adanya kereta semi cepat ini kemacetan dimusim mudik dapat ternetralisir, bukan hanya untuk mudik tetapi untuk mobilitas masyarakat yang akan melakukan perjalanan Jakarta-Surabaya. Selain pesawat, bus, dan angkutan masal lainnya, kelak kereta semi cepat dapat menjadi pilihan transportasi yang dapat digunakan tentunya yang cepat aman dan nyaman.

4 CARA SURVIVE MENJADI ANAK KOS

4 CARA SURVIVE MENJADI ANAK KOS (BAGI PEMULA)
1. Dapet kiriman uang di tanggal muda beli lah yang dibutuhkan!
Ketika anda mendapatkan kiriman uang dari orang tua di tanggal muda, anda dapat langsung pergunakan secara bijak untuk membeli kebutuhan anda seperti alat mandi, dan beberapa kebutuhan, ingat ditanggal muda anda jangan mencoba mempergunakan uang anda untuk sesuatu yang tidak penting yang ujung-ujungnya anda menyesal membeli barang tersebut, tapi pergunakan untuk membeli kebutuhan hidup anda
2. Hindari makan mie berlebihan, makan 4 sehat 5 sempurna
Mungkin ini sesuatu yang sering dilakukan oleh mereka yang mengekos yaitu mengkonsumsi mie untuk mengisi perut mereka, bahkan ada yang sampai setiap hari mengkonsumsi mie instan, padahal hal tersebut sangat berbahaya akan kesehatan, sebenarnya kita tidak perlu beli makanan yang mahal untuk sehat, cukup makan yang bergizi seperti sayur mayur, lauk pauk, dan susu yang mudah ditemukan dengan harga terjangkau, dan hindari pola hidup tidak sehat!
3. Investasi
Mungkin ini hal yang cukup sulit dilakukan sama anak-anak kos, yaaaap investasi, padahal jika kita mampu mengatur pengeluaran kita maka kita dapat menyimpan uang untuk ditabung, hindari gaya hidup boros yaitu hanya sekedar beli hal-hal yang kurang penting, atau nongkrong-nongkrong di kafe atau mal yang bisa menguras tabungan anda, maka cobalah untuk berinvestasi menabung, atau anda bisa dengan menabung saham. Kini banyak sekali tabungan saham untuk mahasiswa dengan modal awal murah sesuai dompet mahasiswa, menabung saham bisa menjadi cara jitu berinvesati selain menabung di bank loh!
4. Atur keuangan
Yaaaap, atur keuangan se detil mungkin, belilah barang yang anda butuhkan bukan yang anda inginkan, maksudnya utamakan kebutuhan yang berkaitan dengan sehari-hari, seperti untuk membeli alat mandi, membeli sabun cuci piring, untuk makan, membeli galon, alat tulis, print tugas, foto copy tugas, membeli buku dan sebagainya, jangan sampai anda justru membeli barang-barang diluar kebutuhan prioritas anda. Maka dari itu, buatlah skala prioritas kebutuhan hidup anda sebagai anak kosan.

 
biz.